Jumat, 24 November 2023

 

The Power of Focus (Kekuatan Fokus)

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS 6:162)

Abu Hurairoh RA menuturkan sabda rosululloh SAW yang artinya:”Sesungguhnya Allah telah berfirman, wahai anak Adam, fokuskan dirimu untuk beribadah kepadaKu, aku akan penuhi hatimu dengan kepuasan, dan aku akan mengentaskan (mencukupi kefakiranmu), jika engkau tidak melakukan itu, (maka) aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan aku tidak akan mengentaskan kefakiranmu. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Tak terasa hari terus berlalu berganti menjadi minggu, bulanpun tiba dan berselang menjadi tahun. Bagaimana keadaan anda saat ini?, apakah sudah diposisi zona aman dengan serba kecukupan dan memiliki kebebasan waktu yang luar biasa ? atau masih dalam zona aman, namun bertahan dalam penguasaan orang hehehe. Lumayan deh dibanding berada di zona yang tidak aman seperti intimidasi, penuh kekhawatiran, ketakutan dan ketidak jelasan hidup.

 Lalu apakah hari ini telah menyapa orang-orang yang sukses dan menyalaminya serta bercengkrama dengannya?, Kemudian bertanya pula bagaimana kisah suksesnya ?. Dan tidak ketinggalan juga kiat-kiatnyapun telah anda  terapkan saat ini kan!...cocokkah kiat-kiatnya dengan diri anda? Sehingga andapun layak meraih sukses. Jika sukses berarti menjadi orang yang mendapat petunjuk dan beruntung. Namun jika tidak, jangan pernah berputus asa tetapi selalu belajar banyak terhadap orang-orang yang sukses. Pasti ada saatnya anda meraih sukses, seperti halnya jika bergaul dengan pedagang minyak wangi andapun pasti akan wangi karena sering diolesin oleh pedagangnya atau mencobanya dari tester-tester yang ada. Kemudian apakah setiap minyak wangi cocok buat anda untuk dipakai?, tentunya pasti kesukaan anda berbeda-beda dengan saya dan tentu akan memilih minyak wangi yang menjadi pavorit selama ini.

 Mulailah kenali hidup dengan mengetahui skillnya,  lalu asahlah penuh dengan focus 100%. Bertanyalah kepada orang-orang yang sudah meraih impiannya kemudian mulailah bertidak jangan ditunda -tunda lagi.

Hari ini, kenapa banyak orang yang gagal dalam kehidupannya ? karena, ia ragu dan tidak mengetahui skillnya serta tidak fokus dalam menjalankannya hingga ia banyak mengerjakan hal-hal yang bukan merupakan potensi dirinya. Kebanyakan iya, tidak mengerjakan secara fokus 100%. Bisa  kebayang ya! ...jika seseorang sudah tidak tahu skillnya dimana!, kemudian terus menerus  bermalas-malasan dalam menyikapi peluang yang ada!. Wah apa jadinya ya!.... alias pengangguran kelas sejati di dunia hehehe... tentunya bukan anda!. Hari ini anda adalah orang yang penuh optimis, senang belajar, giat bekerja tanpa kenal lelah, memiliki visi yang jelas dan tentunya orang yang paling berbakti kepada kedua orang tua.

Berbicara tentang orang tua, saya sering bertanya kepada orang-orang yang telah meraih sukses. Apa sebenarnya pendorong orang menjadi sukses?. Oh ternyata rahasianya adalah, memperlakukan orang tua dengan baik, meminta do'anya sesuai hadits Rosululloh SAW :” Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud) dan mencukupi kebutuhannya. Makanya, terkadang saya merasa terharu kepada anda yang saat ini sudah memenuhi keinginan orang tua, dengan anda memberangkatkan haji dan umroh. Kepada mereka saya acungi jempol ..... semoga anda selalu berada dalam rahmat dan lindungan Allah. Anda telah berjuang mendekatkan diri  kepada Allah dengan memenuhi keperluan orang tua, itulah merupakan titik awal dari dimulainya sukses agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini telah dilakukan oleh orang-orang sukses sebelumnya, tidak kah anda merasa hal ini patut diperjuangkan untuk kedua orang tua sebelum keduanya dipanggil oleh Allah menuju haribaanNya!. ""saya yakin anda pasti akan memperjuangkannya, itu sudah harga mati buat anda ya kan!". namun terkadang hambatan dan tantangan kerap kali silih berganti menjumpai anda, sehingga anda merasa ragu dalam pembuktiannya.

Sekarang coba perhatikan kehidupan  seorang petinju, dia menjadi pemenang sampai menjadi juara karena ia pernah mengalami pukulan bahkan hingga terjatuh berulangkali,  lebih lebih yang menyakitkannya lagi bukan hanya fisik, melainkan hatinya. karena, ia mengalami kekalahan dari lawannya. Apakah ia menurut anda berhenti jadi petinju alias pensiun?, justru dengan dijatuhkannya akibat pukulan dan dipermalukan didepan umum bukannya kapok, malah ia berlatih semakin keras lagi untuk menjadi pemenang di pertandingan berikutnya. Dan tahukah anda!, apa yang terjadi!.. Ia menjadi pemenang kelas Dunia yang ditakuti dan disegani oleh setiap lawan-lawannya. hehehe...

Siapapun yang mengalami jatuh bangun dalam kehidupannya, mulai saat ini yakinilah bahwa sudah berada di wilayah sukses, hanya tinggal mengamati dan menentukan kapan ingin meraihnya. Seperti seorang anak yang belajar berjalan, kerapkali ia berdiri dan tertatih tatih lalu melangkahkan kakinya, sesekali ia terjatuh, berulangkali terjatuh dan terjatuh bahkan  terjedot keningnya ke tembok hingga menyebabkan luka dan berdarah tetapi apa yang terjadi!.. ia tidak pernah berhenti, dengan riang dan tertawa terbahak-bahak, ia bangkit lagi dan bangkit lagi, tidak pernah lelah serta merasa takut terhadap apa yang dialaminya sampai akhirnya ia pintar berjalan dan pandai berlari.

 Jadi jangan pernah menyerah dengan kaadaan saat ini. Perjuangkan hidup anda, penuh dengan kefokusan diri, sehingga sukses ada dalam genggaman hidup anda dan persembahkan keberhasilan yang dicapai hanya untuk Allah semata. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS 6:162).

 Kesuksesan seseorang didorong oleh faktor kedekatan dengan Allah semata iya kan!. Tapi  banyak juga orang yang sukses meraih kehidupan dunia tanpa mereka dekat bahkan mengenal Allah. betul sekali karena, itu menjelaskan sifat RohmanNya Allah meliputi seluruh ciptaannya tanpa memandang perbedaan, namun ada nikmat Allah yang tidak akan bisa mereka dapati baik didunia maupun diakhirat yaitu sifat RohimNya Allah yang meliputi orang-orang yang beriman kepadaNya.

Makanya yang saya maksud bukan kesuksesan dunia belaka namun kesuksesan akhirat pula. Dalam ayat tersebut diatas menunjukan betapa fokusnya orang-orang yang beriman untuk berserah diri bahwa sholatnya, ibadahnya, hidupnya dan matinya hanyalah untuk Allah semata. Maka, dengan demikian siapa yang akan mampu menahannya kasih dan sayangnya Allah atas orang-rang yang mencintaiNya. Ia menjadi sukses karena diukur dengan kedekatan kepada Allah yang tentunya ia selalu berbagi atas sesamanya tanpa membeda-bedakan suku, ras, bangsa dan agama.

Kemudian Ia akan selalu menolong siapapun orang yang meminta pertolongan kepadanya. Ia memiliki harta bukan hanya untuk kesejahteraan pribadinya melainkan selalu peduli akan sesamanya. Ia memiliki ilmu tentunya akan berbagi dengan yang lainya sebagai pelita dan penerang bagi siapapun yang menerima serta memahaminya. Ia memiliki kekuasaan pastinya akan selalu menegakkan keadilan bagi rakyat dengan mengedepankan kesejahteraan dan perlindungan keamanan bagi rakyatnya pula. Ia memiliki tenaga dan kesehatan akan selalu di pergunakan kedalam hal – hal kebaikan demi kepentingan umum.

Subhanalloh jika demikian adanya saya yakin, keluarga  akan bangga dan bahagia. Negara akan memberikan penghargaan yang terbaik untuk dirinya bahkan rakyat akan selalu mengelu-elukan bahwa pemimpinnya merupakan teladan bagi rakyatnya. Karena, selalu mendahulukan kepentingan umum, seperti yang terjadi pada masa kekhalipahan Abdul Aziz, rakyatnya dibuat sejahtera dan aman karena antara pemimpin dan rakyat sama-sama memiliki kekayaan harta dan kekayaan hati. Sehingga, ada seseorang  mau menyumbangkan hartanya ntah kepada siapa harus menyumbangkan karena, telah merata kekayaan yang terjadi pada rakyatnya. Walaupun  kepemimpinan khalifah Abdul Aziz berjalan dua tahun dikarenakan ia telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, namun segenap perjuangan dan pengorbanannya menjadi teladan hingga sekarang.

Bisakah mewujudkan hal tersebut!, tentu sangat bisa dan mudah jika selalu mendengar suara hati dengan selalu mendahulukan Allah seperti dalam hadits dijelaskan :’ Abu Hurairoh RA menuturkan sabda rosululloh SAW yang artinya:”Sesungguhnya Allah telah berfirman, Wahai anak Adam, fokuskan dirimu untuk beribadah kepadaKu, aku akan penuhi hatimu dengan kepuasan, dan aku akan mengentaskan (mencukupi kefakiranmu), jika engkau tidak melakukan itu, (maka) kau akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak akan mengentaskan kefakiranmu. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Sangat terang dan jelas kandungan hadits tersebut diatas jika mendahulukan kepentingan Allah, maka Allah akan mendahulukan kepentingan anda.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar