The Power of Focus
(Kekuatan Fokus)
Abu Hurairoh RA menuturkan sabda rosululloh SAW yang artinya:”Sesungguhnya
Allah telah berfirman, wahai anak Adam, fokuskan dirimu
untuk beribadah kepadaKu, aku akan penuhi hatimu dengan kepuasan, dan aku akan
mengentaskan (mencukupi kefakiranmu),
jika engkau tidak melakukan itu, (maka) aku
akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan aku tidak akan mengentaskan
kefakiranmu. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
Tak terasa hari terus berlalu berganti menjadi minggu, bulanpun tiba
dan berselang menjadi tahun. Bagaimana keadaan anda saat ini?, apakah sudah
diposisi zona aman dengan serba kecukupan dan memiliki kebebasan waktu yang luar biasa ? atau masih
dalam zona aman, namun bertahan dalam penguasaan orang hehehe. Lumayan deh
dibanding berada di zona yang tidak aman seperti intimidasi, penuh
kekhawatiran, ketakutan dan ketidak jelasan hidup.
Lalu apakah hari ini telah
menyapa orang-orang yang sukses dan menyalaminya serta bercengkrama dengannya?, Kemudian
bertanya pula bagaimana kisah suksesnya ?. Dan tidak ketinggalan juga kiat-kiatnyapun
telah anda terapkan saat ini
kan!...cocokkah kiat-kiatnya dengan diri anda? Sehingga andapun layak meraih
sukses. Jika sukses berarti menjadi orang yang mendapat petunjuk dan beruntung.
Namun jika tidak, jangan pernah berputus asa tetapi selalu belajar banyak
terhadap orang-orang yang sukses. Pasti ada
saatnya anda meraih sukses, seperti halnya jika bergaul dengan pedagang minyak
wangi andapun pasti akan wangi karena sering diolesin oleh pedagangnya atau
mencobanya dari tester-tester yang ada. Kemudian apakah setiap minyak wangi
cocok buat anda untuk dipakai?, tentunya pasti kesukaan anda berbeda-beda
dengan saya dan tentu akan memilih minyak wangi yang menjadi pavorit selama ini.
Mulailah kenali hidup dengan
mengetahui skillnya, lalu asahlah penuh
dengan focus 100%. Bertanyalah kepada orang-orang yang sudah meraih impiannya kemudian mulailah
bertidak jangan ditunda -tunda lagi.
Hari ini, kenapa banyak orang yang gagal dalam kehidupannya ?
karena, ia ragu dan tidak mengetahui skillnya serta tidak fokus dalam
menjalankannya hingga ia banyak mengerjakan hal-hal yang bukan merupakan potensi
dirinya. Kebanyakan iya, tidak mengerjakan secara fokus 100%. Bisa kebayang ya! ...jika seseorang sudah tidak
tahu skillnya dimana!, kemudian terus menerus bermalas-malasan dalam menyikapi peluang yang
ada!. Wah apa jadinya ya!.... alias pengangguran kelas sejati di dunia
hehehe... tentunya bukan anda!. Hari ini anda adalah orang yang penuh optimis,
senang belajar, giat bekerja tanpa kenal lelah, memiliki visi yang jelas dan
tentunya orang yang paling berbakti kepada kedua orang tua.
Berbicara tentang orang tua, saya sering bertanya
kepada orang-orang yang telah meraih sukses. Apa sebenarnya pendorong orang
menjadi sukses?. Oh ternyata rahasianya adalah, memperlakukan orang tua dengan
baik, meminta do'anya sesuai hadits Rosululloh SAW :” Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang
dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a seorang musafir (yang berpergian untuk
maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud) dan mencukupi
kebutuhannya. Makanya, terkadang saya merasa terharu kepada anda yang saat ini
sudah memenuhi keinginan orang tua, dengan anda memberangkatkan haji dan umroh.
Kepada mereka saya acungi jempol ..... semoga anda selalu berada dalam rahmat
dan lindungan Allah. Anda telah berjuang mendekatkan diri kepada Allah dengan memenuhi
keperluan orang tua, itulah merupakan titik awal dari dimulainya sukses agar meraih
kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini telah dilakukan oleh orang-orang sukses
sebelumnya, tidak kah anda merasa hal ini patut diperjuangkan untuk kedua orang
tua sebelum keduanya dipanggil oleh Allah menuju haribaanNya!. ""saya
yakin anda pasti akan memperjuangkannya, itu sudah harga mati buat anda ya kan!".
namun terkadang hambatan dan tantangan kerap kali silih berganti menjumpai anda, sehingga anda
merasa ragu dalam pembuktiannya.
Sekarang coba perhatikan kehidupan
seorang petinju, dia menjadi pemenang sampai menjadi juara karena ia
pernah mengalami pukulan bahkan hingga terjatuh berulangkali, lebih lebih yang menyakitkannya lagi bukan
hanya fisik, melainkan hatinya. karena, ia mengalami kekalahan dari
lawannya. Apakah ia menurut anda berhenti jadi petinju alias pensiun?, justru
dengan dijatuhkannya akibat pukulan dan dipermalukan didepan umum bukannya
kapok, malah ia berlatih semakin keras lagi untuk menjadi pemenang di pertandingan berikutnya. Dan
tahukah anda!, apa yang terjadi!.. Ia menjadi pemenang kelas Dunia yang
ditakuti dan disegani oleh setiap lawan-lawannya. hehehe...
Siapapun yang mengalami jatuh bangun dalam kehidupannya, mulai saat
ini yakinilah bahwa sudah berada di wilayah sukses, hanya tinggal mengamati
dan menentukan kapan ingin meraihnya. Seperti seorang anak yang belajar
berjalan, kerapkali ia berdiri dan tertatih tatih lalu melangkahkan kakinya,
sesekali ia terjatuh, berulangkali terjatuh dan terjatuh bahkan terjedot keningnya ke tembok hingga
menyebabkan luka dan berdarah tetapi apa yang terjadi!.. ia tidak pernah
berhenti, dengan riang dan tertawa terbahak-bahak, ia bangkit lagi dan bangkit
lagi, tidak pernah lelah serta merasa takut terhadap apa yang dialaminya sampai
akhirnya ia pintar berjalan dan pandai berlari.
Jadi jangan pernah menyerah
dengan kaadaan saat ini. Perjuangkan hidup anda, penuh dengan kefokusan diri, sehingga
sukses ada dalam genggaman hidup anda dan persembahkan keberhasilan yang
dicapai hanya untuk Allah semata. Sesungguhnya
sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS 6:162).
Kesuksesan seseorang didorong
oleh faktor kedekatan dengan Allah semata iya kan!. Tapi banyak juga orang yang sukses meraih kehidupan
dunia tanpa mereka dekat bahkan mengenal Allah. betul sekali karena, itu menjelaskan
sifat RohmanNya Allah meliputi seluruh ciptaannya tanpa memandang perbedaan, namun ada nikmat
Allah
yang tidak akan bisa mereka dapati baik didunia maupun diakhirat yaitu sifat
RohimNya Allah yang meliputi orang-orang yang beriman kepadaNya.
Makanya yang saya maksud bukan kesuksesan dunia belaka namun kesuksesan
akhirat pula. Dalam ayat tersebut diatas menunjukan betapa fokusnya orang-orang
yang beriman untuk berserah diri bahwa sholatnya, ibadahnya, hidupnya dan
matinya hanyalah untuk Allah semata. Maka, dengan demikian siapa yang akan mampu menahannya
kasih dan sayangnya Allah atas orang-rang yang mencintaiNya. Ia menjadi sukses karena diukur
dengan kedekatan kepada Allah yang tentunya ia selalu berbagi atas sesamanya tanpa
membeda-bedakan suku, ras, bangsa dan agama.
Kemudian Ia akan selalu menolong siapapun orang yang meminta
pertolongan kepadanya. Ia memiliki harta bukan hanya untuk kesejahteraan
pribadinya melainkan selalu peduli akan sesamanya. Ia memiliki ilmu tentunya
akan berbagi dengan yang lainya sebagai pelita dan penerang bagi siapapun yang
menerima serta memahaminya. Ia memiliki kekuasaan pastinya akan selalu
menegakkan keadilan bagi rakyat dengan mengedepankan kesejahteraan dan
perlindungan keamanan bagi rakyatnya pula. Ia memiliki tenaga dan kesehatan
akan selalu di pergunakan kedalam hal – hal kebaikan demi kepentingan umum.
Subhanalloh jika demikian adanya saya yakin, keluarga akan bangga dan bahagia. Negara akan
memberikan penghargaan yang terbaik untuk dirinya bahkan rakyat akan selalu
mengelu-elukan bahwa pemimpinnya merupakan teladan bagi rakyatnya. Karena, selalu
mendahulukan kepentingan umum, seperti yang terjadi pada masa kekhalipahan Abdul Aziz, rakyatnya dibuat sejahtera
dan aman
karena antara pemimpin dan rakyat sama-sama memiliki kekayaan harta dan kekayaan
hati. Sehingga, ada
seseorang mau menyumbangkan hartanya
ntah kepada siapa harus menyumbangkan karena, telah merata kekayaan yang
terjadi pada rakyatnya. Walaupun kepemimpinan khalifah Abdul Aziz berjalan dua
tahun dikarenakan ia telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, namun
segenap perjuangan dan pengorbanannya menjadi teladan hingga sekarang.
Bisakah mewujudkan hal tersebut!, tentu sangat bisa dan mudah jika selalu
mendengar suara hati dengan selalu mendahulukan Allah seperti dalam hadits
dijelaskan :’ Abu Hurairoh RA menuturkan sabda rosululloh SAW yang
artinya:”Sesungguhnya Allah telah
berfirman, Wahai anak Adam, fokuskan dirimu
untuk beribadah kepadaKu, aku akan penuhi hatimu dengan kepuasan, dan aku akan
mengentaskan (mencukupi kefakiranmu),
jika engkau tidak melakukan itu, (maka) kau akan penuhi tanganmu dengan
kesibukan, dan aku tidak akan mengentaskan kefakiranmu. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu
Majah, Ibnu Hibban).
Sangat terang dan jelas kandungan hadits tersebut diatas jika mendahulukan
kepentingan Allah, maka Allah akan mendahulukan kepentingan anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar